Uncategorized

SAGUSAKU IGI di Bali

19884094_1471828402883600_236904257741169242_n

“Silakan tebak, ini gambar apa?” Tanya saya.

Keadaan sedikit riuh gembira. Para peserta mencoba menebak-nebak sesuai persepsinya masing-masing.

“Gambar seorang nenek!” Ujar salah satu peserta.

“Ok. Apa buktinya?” Tantang saya.

Dia pun menunjukkannya.

“Sip. Ok, ada yang punya jawaban lain selain gambar seorang nenek?” Tanya saya lagi.

Sekitar satu menit suasana agak hening. Mereka sibuk berpikir.

“Itu gambar wanita muda!” Jawab peserta laki-laki yang duduk di pojok kiri deretan tengah.

“Huuu, dasar imajinasi laki-laki!” Teriak seorang peserta wanita.

Semua peserta tertawa.

“Hehe… Ok. Silakan tunjukkan kalau gambar ini adalah seorang wanita muda!” Ujar saya.

Dia kemudian mencoba menunjukkannya.

Semua peserta sepakat dengan dua persepsi atas gambar tersebut. Bahkan, ada yang menjawab itu adalah gambar seekor burung elang. Tentu sah-sah saja dengan semua jawaban itu, asalkan ada bukti.

Setelah tebak gambar, saya kemudian mengaitkan dengan dunia kepenulisan. “Semua jawaban itu adalah opini atas sebuah realitas. Jadi, opini boleh saja berbeda, asalkan disertai argumentasinya. Nah, apabila opini kita ingin dimuat di media massa, maka harus unik dan disertai argumentasi yang kuat. Unik dalam arti punya sudut pandang yang jelas. Misalkan, melihat fenomena sosial dari sudut pandang pendidikan. Atau punya pendapat yang sedikit berbeda dengan kebanyakan orang. Dan seterusnya.”

Itulah gambaran suasana workshop kepenulisan yang diadakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Denpasar, Bali, yang bertempat di SMA N 1 Kuta, pada 8 – 9 Juli 2017. Dalam pelatihan ini, nantinya guru harus bisa membuat buku, sebagaimana yang diakronimkan dengan SAGUSAKU (Satu Guru Satu Buku). Antusias, aktif, komunikatif, dan proaktif, begitulah keadaan pelatihan tersebut.

19748812_1481314261912138_4825691234257202657_n

Sejatinya, yang mengisi pelatihan selain Bu Nur Badriyah adalah Pak Satria Dharma. Tapi, Pak Satria berhalangan hadir, karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk itulah, Pak Satria menawarkan kepada saya untuk menggantikan beliau. Jadilah saya yang berangkat ke Bali.

Tawaran ini cukup surprise, mengingat ini baru pertama kali saya menginjak tanah Bali, sebuah pulau yang saya impikan sejak lama untuk saya kunjungi. Jadi, tidak banyak berpikir, saya pun menerima tawarannya.

Seorang peserta bernama Ibu Agustina bertanya, “Saya bingung cara mengawali sebuah tulisan. Bagaimana caranya, Pak? Apa dulu yang harus saya tulis?”

Pada sesi pertama saya menjelaskan soal tahapan-tahapan dalam menulis artikel populer. Dalam menulis artikel populer lebih fleksibel ketimbang menulis artikel semacam makalah yang biasa dilakukan di lingkungan akademik, misalkan untuk jurnal, laporan penelitian, atau pun tugas makalah perkuliahan. Dalam hal membuat prolog, misalnya, menulis artikel populer, bisa dengan pelbagai cara untuk melakukannya, bisa dengan pernyataan, cerita, tamsil/perumpamaan, atau kata-kata mutiara/puisi.

Saya kemudian memberi contoh masing-masing dari model prolog tersebut. Dengan adanya contoh, saya berharap peserta punya gambaran masing-masing pada saat mempraktikannya. Ada yang mungkin cocok dengan pernyataan, cerita, tamsil, ataupun kata-kata mutiara, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan lagi pada saat menulis artikel populer, sebagaimana yang dialami Ibu Agustina di atas.

Setelah prolog, saya paparkan bagaimana cara mengembangakan tulisan dan membuat epilognya. Saya juga menyampaikan hal yang tak kalah pentingnya yaitu merevisi atau mengeditnya. Caranya adalah membaca berulang-ulang sembari membetulkan tulisannya. Biasanya, pada saat membaca ulang tersebut akan terlihat kelemahan dan kesalahan tulisan kita, baik secara teknis maupun isi.

Setelah selesai tanya – jawab, saya menyuruh peserta untuk praktik menulis artikel sesuai dengan langkah-langkah yang saya berikan. Selama 3 jam mereka berhasil menyelesaikannya. Luar biasa. Keesokan harinya saya buka sesi editing. Ada dua naskah artikel yang saya edit sembari memperlihatkannya di proyektor, sehingga peserta tahu hal-hal yang diedit. Saya juga memberi kesempatan kepada dua peserta untuk praktik editing dengan menggunakan program Track Changes yang adai di MS Word.

19883970_1471828176216956_6850258964005260596_n

 

Pada sesi ketiga saya memaparkan teknik menulis buku dan menerbitkannya. Barangkali sesi inilah yang ditunggu-tunggu peserta, karena tujuan mengikuti workshop ini adalah pelatihan menulis buku. Jadi boleh dikatakan inilah materi inti yang hendak saya kemukakan. Peserta pun begitu antusias mengikutinya hingga akhir acara. Semoga saja saya bisa memberikan gambaran jelas perihal teknik menulis buku dan menerbitkannya.

Di akhir acara, Bu Nur Badriyah mengisi sesi materi ke-IGI-an, seperti bagaimana cara daftar jadi anggota IGI dan memposting tulisan ke dalam blog IGI. Semua peserta, muda maupun tua, ternyata bisa melakukannya, baik menulis artikel maupun memuatnya di blog IGI. Hal ini menandakan bahwa proses kreatif menulis dan nge-blog bisa dilakukan siapa saja, asal ada kemauan yang kuat dan mau berproses.

Acara workshop selesai minggu sore dan ditutup dengan Pekerjaan Rumah bahwa peserta harus menyelesaikan naskah bukunya selama 3 bulan ke depan. Kita lihat saja, apakah mereka berhasil menuliskan naskah bukunya? Semoga saja.

Saya cukup senang dengan workshop ini. Ada banyak pengalaman yang bisa saya timba; pengalaman yang begitu berharga, yang tidak bisa diukur dengan uang. Pergi ke Bali dengan gratis, penginapan gratis, mendapatkan honor, dan bisa memberikan materi yang sesuai dengan passion saya adalah hal-hal yang begitu mewah bagi saya. Maka nikmat mana lagi yang hendak saya dustakan?

Dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya saya mengucap syukur. Semoga saya bisa kembali lagi ke Bali di lain waktu, mungkin dengan mengajak keluarga. Anggap saja ini Bali jilid satu. Semoga ada Bali jilid dua, jilid tiga, dan jilid-jilid selanjutnya. Amin.

M. Iqbal Dawami

19884269_1471827606217013_2512987633749330022_n

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *