Esai, Pelatihan Menulis

Menulis = Meditasi

A young woman practising yoga outside in nature

Bagi saya menulis bisa dijadikan sarana meditasi. Saya menggali kedalaman jiwa dan pikiran saya lewat kata-kata. Dengan kata lain, apa yang saya rasakan dan pikirkan saya tuangkan ke dalam tulisan. Ketika saya telah menuangkan semuanya rasanya plong sekali. Ada kelegaan yang luar biasa. Misalnya saja saya menceritakan tentang rasa malas saya; mengapa bisa malas, sebabnya kenapa, bagaimana mengatasinya. Biasanya setelah itu saya jadi semangat lagi.

Atau saya kadang punya unek-unek terhadap seseorang, misalnya, ketidakadilan seseorang terhadap saya; saya tuangkan segala peristiwanya. Saya tulis mengapa hal itu bisa terjadi, dan seterusnya. Biasanya saya mengalami kelegaan yang luar biasa. Perasaan menyesal dan mungkin juga marah hilang seketika.

hqdefault

Atau saya sedang mengalami krisis orientasi, saya tulis apa yang menyebabkan munculnya krisis itu dan bagaimana cara mengatasinya. Begitu seterusnya. Dan saya akan mengalami kelegaan yang tiada duanya pada saat setelah menuliskan semuanya. Begitulah yang saya maksud menulis sebagai ajang meditasi. Jadi, meditasi tidak hanya diam saja, tetapi juga aktif, mengeluarkan segala sampah-sampah yang ada di dalam pikiran dan hati kita. Dan jika kita merasakan ketenangan batin pada menulis maka kita sebenarnya sedang melakukan meditasi.

Tentu saja tidak sedang ada masalah pun menulis menjadi sarana untuk menyelami pikiran dan jiwa kita. Bahkan, menyelami samudera kehidupan. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika saya katakan menulis adalah meditasi mengenal diri sendiri. Jadi, menulis pun adalah sebentuk cara meditasi juga. Dan manfaat meditasi lewat menulis pun sama dengan meditasi lewat sarana lainnya. Menulis hanyalah salah satu cara meditasi saja.

ef872b6a5be94b6dad282e86ac8158c7

Seperti halnya saya, bagi Maudy Ayunda menulis juga merupakan sarana meditasi. Hanya saja dia menulis lagu, bukan menulis diary maupun lainnya. “Ya jadi sebenernya aku merasa proses menulis lagu kayak meditasi, kayak cerita kalau di sana saya lagi pening belajar, saya main gitar dan bikin lagu,” katanya.

Hal senada juga dengan Adji Silarus, seorang meditator yang telah menulis dua buah buku. “Salah satu kegiatan yang saya lakukan setiap hari dan mampu mengubah hidup saya lebih baik adalah menulis,” ujarnya. Bagi Adjie menulis dan meditasi saling mendukung. “Manfaat menulis dapat membantu saya dalam berlatih meditasi, dan sebaliknya, manfaat berlatih meditasi membuat kemampuan menulis saya membaik,” lanjutnya.  

Ada beberapa poin dari Adji perihal manfaat menulis yang menurut saya meditatif sekali, yaitu 1) membantu untuk berkaca pada kehidupan sendiri, beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. 2) menjernihkan pikiran. 3) melancarkan proses kreatif.  

Lihatlah, kedua orang ini (dan saya juga) telah membuktikan bahwa menulis bisa dijadikan sarana sebagai meditasi. Jadi, tak salah jika Anda mau belajar meditasi lewat menulis.

Selamat menulis, selamat bermeditasi.

Bagi yang mau belajar menulis bisa kontak saya via email iqbal.dawami@gmail.com atau pun HP/WA 085729636582.

Terima kasih.

M. Iqbal Dawami

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *